Claire adalah seorang wanita muda yang ceria dan kreatif yang suka menyanyi, bepergian, mendesain, dan menggambar dan fotografi menjadi hobby-hobbynya, keceriaannya selalu mencerahkan suasana ruangan.

Profesinya saat ini adalah desainer dan seniman bergenerasi Z, dengan spektrum autismenya memunculkan kejujuran dalam berkarya melalui media yaitu desain atau lukisan, dia juga seorang yang sangat perfeksionis dalam memilih dan mencocokkan warna dalam desain, baik itu lukisan, desain grafis atau bentuk lainnya karya seni.

Pada tahun 2021 ia meraih penghargaan Best Work Winner of Visual Contest at Space Alll Ceontes sebagai bagian dari Space All Market 2021 di Art Therapy Center Widyatama.

Sosoknya yang periang, pintar dan kreatif Claire membuktikkan keterampilannya dalam melukis dengan mengikuti berbagai pameran semenjak tahun 2010 hingga kini tahun 2023, baik di dalam dan luar negeri, yang mana pada tahun 2020 Claire mengikuti pameran Austistic Art Exhibition sebagai anak autisme yang bekerja yang di gelar oleh Autism Career Pathways di Redwood City Sanfransisco USA dan tak hanya itu saja, Claire berkontribusi dalam pameran di dalam negeri seperti Spectrum of Imagination Exhibition Outsider, Hadiprana, Bianglala Seribu Imajinasi dan Bangkit Anak Indonesia di Museum Kebangkitan Nasional pada tahun 2023.

Good Friends (45×55 cm)
Good Friends (45×55 cm)

Good friends will be there for us, no matter what.

Teman baik akan selalu ada untuk kita, apa pun yang terjadi.

Noah’s Ark (45×55 cm)

Let this serve as a reminder that only by unity and collaboration we can save the planet from climate change.

Semoga hal ini menjadi pengingat bahwa hanya dengan persatuan dan kolaborasi kita dapat menyelamatkan planet ini dari perubahan iklim

Togetherness

What a joy to go on an adventurous journey with loved ones.

Sungguh menyenangkan melakukan perjalanan penuh petualangan bersama orang-orang terkasih.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi admin kami (klik me)

Charles atau lebih dikenal dengan sebutan Charlie lahir dan dibesarkan di Jakarta, tetapi Ia menetap di Singapura dan Bangkok secara bergantian.

Charlie lulusan Graphic Art Palin School of Design Singapore. Bagi Charlie, seni merupakan bagian dari hidupnya dalam mengekspresikan dirinya kepada khalayak umum.

Charlie mendirikan design studio pada Maret 2020 hingga kini dan ia berprofesi sebagai drawing artist yang memfokuskan dalam menggambar dan menciptakan pola baru.

Pameran terakhirnya di tahun 2006 di Mall Taman Anggrek – Indtroducing promising artist into the local scene.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi admin kami (klik me)

Rayen sekarang berusia 21 tahun dan sekarang berprofesi sebagai pelukis, dengan media kanvas memakai cat akrilik.

Penyuka warna biru ini sudah melakukkan beberapa pameran lukisan diantaranya pada tahun 2023 Showase di Keumalahayati Laskar Inong Balee Musical, Bangkit Anak Indonesia dan Spectrum of Imagination dan sebelumnya berpameran di Outsider Art, The sun Will Never Sets, Hos We see the World dan lain-lain.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi admin kami (klik me)

Pria kelahiran 16 tahun lalu menyukai dunia seni lukis dan masih sekolah di Gita Buana, selain melukis Jicio memiliki beberapa hobby antara lain travelling, mendengarkan musik, olah raga, bermain piano dan aktifitas out door lainnya.

Jicio begitu menyukai seni melukis, bahkan memiliki Galery yang di beri nama Jicio’s Galery yang di mana seni melukisnya bergaya kontemporer dengan sedikit sentuhan animasi dan warna-warna yang menonjol.

Robo 1
Robo 3
Robo 4 (40x50cm)

Aku robot pintar yang mempunyai akurasi yang hebat presisi dan cepat dalam bekerja namun aku tidak berjiwa, tidak berrasa. Bergerak terus menerus tanpa emosi. Patuhi perintah dari luar diriku. Berbalut keindahan dan kepintaran. Tetapi tidak merdeka… Tidak bisa menjadi diri sendiri .. Wahai semesta.. Berilah aku jiwa seperti anak manusia agar aku bisa memilih untuk hidup merdeka dan menjadi tuan bagi diriku sendiri

Untuk informasi lebih lanjut hubungi admin kami (klik me)

Dito sapaan akrabnya adalah seorang Autism Spectrum Disorder (ASD) yang berusaha berkembang dan belajar untuk mengekspresikan diri sendiri dalam berbagai bidang seni, seperti menulis, bermain musik piano, melukis dan khususnya menyulam.

Dito lulusan dari Sekolah London School Academy tahun 2022. Dito sering melakukkan pameran bersama diantaranya 7th Annual Neotalogy Update di Surabaya, Pameran Bersama “ Bangkit Anak Indnesia pada tahun 2023 di Museum Kebangkitan Nasional , Pameran “Walk For Autism” (SFA) oleh LSPR dan SMESC Indonesia – Karya Tanpa Batas oleh Perempuan Tangguh Indonesia.

Sulam kupu-Kupu
Sulam Bunga Tulip
Sulam Gambar Daun
Sulam Gambar Jamur
Sulam Bunga Matahari / Sun Flower
Sulam Rumah Dito
Sulam Gambar Pohon dan Jamur
Sulam Gambar Pohon Kaktus

Untuk informasi lebih lanjut hubungi admin kami (klik me)

Dewa kelahiran Jakarta 21 Maret 2003, pria berbintang Aries ini sudah menjadi penulis cilik terbaik pada usia belia tahun Mizan.

Dewa terkenal dengan tulisan-tulisannya yang puitis dan pernah menerbitkan buku best seller edisi Kecil-Kecil Punya Karya berjudul Suara Hati Dewa.

Dewa yang tinggal di Casa Goya Residence hanya menamatkan pendidikkan di bangku SMA dan sudah terlihat bakat pada saat sekolah adalah menulis dan melukis.

Keunikkan dari Dewa dalam mengekspresikan lukisannya dengan bantuan ibunya karena Dewa memiliki keterbatasan dan selama melukis ia selalu di pangku oleh ibunya.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi admin kami (klik me)

Raysha kelahiran tahun 2004 dari pasangan Kemal Effendi Gani dan Prita Kemal Gani, saat ini ia bersekolah di London School Beyond Academy.

Raysha menyukai dunia seni semenjak usia dini seperti menari, musik dan melukis namun ia juga suka olahraga dan memasak.

Dengan bakat melukisnya, Raysha sudah berani mengikuti beberapa pameran diantaranya pameran Dare to Dream, Dare to Shine & Dare to Share Sunrise Art Galery pada tahun 2021, selanjutnya pada tahun 2022 Raysha mengikuti pameran DIS ART FEST di Monokwari Papua, Danau Toba Sumatra tara dan Bali dan yang terbaru Raysha mengikuti pameran Dare to Be Great, Dare to Collaborate, Dare to Love Sunrise Art of Gallery pada tahun 2023.

Pink Mushroom Acrylic on Canvas 25 x 30 cm Tahun 2023
Pure Heart , Acrilic on Canvas 60 x 40 cm Tahun 2022
Violet Forest Acrylic on Canvas 60×40 cm Tahun 2022

Untuk informasi lebih lanjut hubungi admin kami (klik me)

Adi kelahiran tahun 1990, putra kedua dari tiga bersaudara pasangan dari Alm Untung Mulyadi dan Ine Risianingsih dengan kelahiran normal namun prematur, di usia kandungan delapan bulan dengan berat badan 1,8 kg. Lalu di usianya yang ke sembilan ayahnya meninggal dunia. 

Saat usia Adi berumur 8 bulan Adi terdiagnosa Hidrocephalus dan kejang yang menyebabkan syaraf sebelah kanan termasuk kaki dan tangannya mengalami keterlambatan, sehingga  dalam beraktifitas lebih banyak menggunakan tangan kiri.

Dengan keterbatannya, ia tak pernah berputus asa ataupun berkecil hati , Adi tetap bersemangat menghadapi hari-harinya dengan bersekolah di D3  Management Pemasaran Politekhnik Negeri Jakarta Untuk Warga Negara Berkebutuhan Khusus lalu Ia juga pernah mengikuti beberapa pelatihan start up bekerja sama dengan Tokopedia, penanganan transaksi penjualan, sanggar sastra Balai Pustaka dan workshop inklusi film angkatan ke 2 yang diadakan oleh Inklusi film Jakarta. 

Dengan hobbynya melukis, Ia berusaha membantu perekonomian keluarga dengan menggambar lukisan pada media kanvas dan karung goni sebagai alat promosi dan pendistribusian beras 2 kg .

Salman panggilan kesayangan kedua orang tuanya, yang lahir pada tanggal 15 Februari 2009 dan anak semata wayang, parasnya yang rupawan mampu menarik semua mata melirik kearahnya.

Salman memiliki berbagai bakat di bidang seni, seperti seni musik, lukis dan tarik suara dan ia pun tak ragu apalagi malu untuk menunjukkan kemampuannya di depan orang banyak

Awalnya kedua orang tua Salman sempat bingung, karena Salman di diagnosa oleh tim dokter bahwa Salman memiliki Autism Spectrum Disorder (ASD) dan mencari tempat yang tepat dan cocok untuk Salman melakukkan terapi untuk mengekspresikan kemampuannya dalam berkreasi di bidang seni, yang akhirnya Cikal Inklusif Edukation School di Lebak Bulus Jakarta Selatan menjadi tambatan hati kedua orang tua Salman dan Salman untuk belajar dan mengembangkan bakat melukisnya.

Hasil Salman sudah banyak yang terjual dan ia memiliki Galery sendiri untuk menampilkan hasil karyanya, dan ia juga pernah melakukkan pagelaran Pameran Tunggal di Hotel Sahid pada tahun 2022.

Pada Tahun 2023 Salman diberikan sebuah kesempatan untuk mengikuti beberapa exhibition di dalam dan luar negeri diantaranya ArtKyoto/ Tonom Sumi – Yagura, Nijo-jo Castle Kyoto Jepang, Masagi International Disability Art Exhibition Bandung, Bangkit Anak Indonesia di The Museum National Awakening, Bianglala Seribu Imaginasi di Bentara Budaya Building Jakarta dan Spectrum of Imagination, Hadiprana Art Center Jakarta.

Sehangat Pelukkan Senja 70 x 120 cm

Dan diantara gemulai hangat angin senja. Diujung hari dan sisa asa. Dirimu hadir bermahkota cahaya dan berkereta kencana. Sekejap itu pula, tulang renta menjadi muda. Pandangan mata pudar berkabut kini cerah kembali. Dirimu adalah pangeran dalam singgasana hatiku. Berparas tampan dan bermahkotakan permata kehidupan. Memelukku hangat sehangat pelukan senja di musim semi.

Kesetiaan, Cinta dan Pengharapan (50×80 cm)

Selama musim masih ada. Dan semesta raya masih memberi kehidupan. Biarlah bunga – bunga cintaku bermekaran. Bukti kesetiaan cinta dan pengharapan

Untuk informasi lebih lanjut hubungi admin kami (klik me)

Yeti Septiani

Yeti Septiani adalah seorang penyandang disabilitas daksa berkursi roda, dan ia seorang yang sangat kreatif dan selalu bersemangat untuk terus berkarya dalam keterbatasannya.

Dengan Keterbatasan yang ia miliki, menjadikan ia menjadi sosok yang kuat dan kreatif,

Yeti Sapaan akrab memiliki hobby melukis dan pameran pertamanya di mulai tahun 2019, Yeti mengikuti pameran lukisan seniman Bali, di Hotel Sovereign Denpasar Bali, lalu di tahun yang sama Yeti mengikuti pameran lukisan dengan tema “disabilitas dalam warna” di Green Pramuka Square Jakarta, lalu pada tahun 2021 mengikuti Gebyar Hypendis : keindahan Seni, sang pengibar kesetaraan, HIMA pkh Hup Upi, selanjutnya pameran lukisan pada perayaan hari disabilitas internasional di Kementrian Sosial RI Jakarta dan pameran Lukisan memperi

ngati Hari Kebangkitan Nasional di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta

Yeti tidak pernah berhenti berkarya, pada tahun 2023, Yeti juga mengikuti acara MASAGI International Disability Art Exhibition di Bandung

Indahnya alam dari atas bukit 60×70 cm)

Lukisan ini memberikan makna rasa bahagia si pelukis dan rasa kagum atas keindahan alam sekitar yang disaksikan dari atas bukit.

Senandung alam (50×50 cm)

Cerita singkat tentang karya: Karya seni lukis ini menampilkan perilaku burung yang bertengger di dahan pohon dengan kicauannya yang memberikan kebahagiaan di hati si pelukis

Untuk informasi lebih lanjut hubungi admin kami (klik me)