Saat ini Audrey Angesti berusia 21 tahun, dan ia telah lulus dari sekolahnya di SMK LB Talenta di tahun 2022 dan Vanela School Jakarta – Personal Development, Audrey seorang anak berkebutuhan khusus Autisma, namun keterbatasannya untuk berkreasi tidak membuatnya berkecil hati, Audrey memiliki bakat terpendam, seperti melukis, menari, menyanyi, modeling, art & craft dan lain-lain, serta menguasai beberapa bahasa.

Audrey memiliki keunikkan tersendiri seperti karya seninya berupa figuratif unik tanpa sketsa, tanpa draft karakter figuratif dan imajiner, lukisan langsung di atas kanvas, spontan terus menerus hingga selesai dengan komposisi yang serasi, pilihan dan peraduan warna yang hidup terkadang bisa membuat judul dan deskribsinya sendiri.

Keterampilan Audrey saat melukis dapat dilihat dari goresan-goresan kuasnya dengan tema ekspresif dengan karakter figuratif dan imajiner serta pilihan warna dan kecepatannya yang luar biasa memberikan pesan pribadai yang halus serta dapat memukau para pecinta lukisan.

Bakatnya sudah mulai terlihat pada usianya enam tahun pada saat ia mengambil kursus di Art Cissie pada tahun 2008 yang awalnya melukis merupakan kegiatan Audrey untuk mengisi waktu, namun semakin hari perkembangan kecintaan Audrey dalam melukis sangatlah kuat dan di jadikan sebagai media komunikasi dalam kehidupan nyata serta mengekspresikan keindahan serta melatih sensorik, psikologi , mental dan intelektualnya, karena Audrey seorang autisme dan saat ia melukis, Audrey mendapatkan ketenangan dan dapat membangun sebuah komunikasi serta berhubungan dengan orang lain dan hal ini merupakan salah satu tantangan terbesar dirinya.

Dengan keahlian Audrey yang spontanitas, Audrey berhasil menampilkan karya-karyanya di beberapa pameran yang pernah diikuti seperti Bianglala Seribu Imajinasi tahun 2023, Spectrum of Imagination tahun 2023, Unlimitted Art – Berbunyi #2 di Semarang 2023 dan Autism Day at ARTotel tahun 2023, reedom in Creativity (Merdeka Berkreasi) tahun , Inner Beauty , Open Call Amuya Gallery tahun 2023 dan masih banyak lainnya.

Lukisannya menceritakan kisah perjalanan beratnya dalam menemukan tempatnya di komunitas keluarga dan masyarakat. Mereka menunjukkan impiannya, keinginannya, kontradiksi batinnya, pemikirannya yang bertentangan, pergulatan emosional, nilai-nilai yang berlawanan, perkembangan sikap dan penguasaan atas tubuhnya sendiri.

Menggambar menjadi media bagi Audrey untuk mengekspresikan emosinya yang tidak tersalurkan secara fisik. Idenya tidak biasa dan khas. Karakter dalam gambarnya aktif secara sosial, hidup dan ekspresif secara emosional – sesuatu yang masih ia miliki tantangan untuk dapat melakukannya dalam kehidupan nyata. Warna-warna cerahnya menjadi salah satu kelebihan lukisannya. Sungguh menakjubkan karena kemampuan tersebut umumnya dicap sebagai kelemahan yang sulit diatasi oleh individu autis.

Kehidupan sehari-hari Audrey telah mencapai banyak kemajuan di berbagai bidang meskipun banyak tantangan dan harus bekerja keras, serta membutuhkan berbagai bentuk dukungan dari lingkungannya. Sejak usia 2,5 tahun Audrey terus mengikuti berbagai program terapi dalam dirinya. kerangka pendekatan DIR Floortime yang perlahan tapi pasti telah memungkinkannya untuk menaiki tahapan perkembangan dan secara luar biasa membantunya untuk lebih memahami dan berkompromi dengan dunia di sekitarnya.

Sejak tahun 2010 hingga saat ini Audrey telah melukis akrilik di atas kanvas yang awalnya difasilitasi oleh Ibu Toto Suwarsito (Ibu Toto) dan selanjutnya juga oleh Bapak Tri Yuli Prasetyo Saat ini sejak tahun 2022 kebanyakan melukis sendiri di Yun Artifted, dengan berbagai media dengan intensitas tinggi

Sungguh keajaiban bagi anak-anak yang didiagnosis dengan masalah praksis tonus otot rendah, masalah perencanaan motorik, dan keterbatasan kapasitas emosional – beberapa ciri autis MSDD Tipe C – yang memiliki banyak tantangan bahkan untuk belajar menulis – Audrey ternyata memiliki Imajinasi unik yang kaya akan berbagai corak emosi sebagaimana tertuang dalam gambarannya.

Excalibur 100 x 100 cm

Barbie as Elowny who won the Excalibur Sword from the enemies

Barbie sebagai Elowny yang memenangkan Pedang Excalibur dari musuh

Scandi Vibes A (100×100 cm)
Scandi Vibes B

Lukisan yang ceria penuh warna mempresentasi ketertarikan Audrey Angesti pada IKEA, negara Skandinavia, budaya dan bahasa alamnya yang Ia sukai sejak kecil dari melihat buku-buku, film dan kunjungannya ke berbagai toko IKEA. Audrey menciptakan ruang yang hangat dan mengundang pemirsa ke dalam perjalanan visual ke dalam pesona kehidupan gadis-gadis Skandinavia yang menggemaskan

Untuk informasi lebih lanjut hubungi admin kami (klik me)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *