Biasa di panggil Caca, kelahiran tahun 1999, seorang penyandang autism asperger, hampir setiap hari mengisi waktunya dengan melukis. Bakat dan talenta melukisnya baru dapat terlihat sejak berumur lima tahun, kemudian Raissa menjalani Art Therapy semenjak tahun 2020.

Berbagai proses pembuatan karya seni melukis telah diperkenalkan kepadanya di beberapa sekolah seni seperti Hadiprana Art Class, Art Theraphy dengan private tutor, serta di sekolah formalnya di SMA Sun Home Schooling yang telalu lulus pada tahun 2019 dan Raissa melaluinya dengan gembira.

Raissa sangat menikmati melukis dengan cat akrilik di atas canvas, baik dengan kuas maupun jari, Raissa selalu memperlakukan canvas sebagai media untuk mengaktualisasikan fantasinya dan dunia dongengnya yang menjadi ciri khas lukisannya adalah spontanitas , tidak takut, tidak ada keraguan, garis yang dibuatnya lugas dan sangat senang menggunakan warna-warna eksploratif menciptakan warnanya sendiri.

Dengan bakat yang ia miliki, Raisa berani untuk mengikuti beberapa pameran seni lukis diantaranya pada tahun 2022, Raissa mengikuti pameran Jakarta Street Experience Huruf J di Taman Ismail Marzuuki, Music & Art di America Pacific Place, VartCINE 1 Imperial Klub Golf Karawaci, Solo Art Painting Exhibition The Art of ME Tenacity without limit INDUS Rstaurant & Galery Bali dan masih banyak lagi.

Global Warming (83×83 cm)

Pemanasan global semakin parah mengancam kehidupan bumi, manusia. Jangan menebang hutan, agar tidak polusi udara. Tidak membakar hutan, kebakaran hutan akan menyebabkan suhu menjadi panas. Tidak membuang sampah sembarangan karena tidak menjaga pelestarian lingkungan.

Own in the night sky (80×83 cm)

Matahari mulai terbenam. Burung burung hantu bangun dan siap berburu, Owi si anak burung hantu sudah bertengger di daha. Burung hantu memang mampu terbang tanpa mengeluarkan bunyi.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi admin kami (klik me)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *